Workshop #2 Review Penyusunan Proposal Pendirian Program Studi Arsitektur Bersama Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo

Workshop #2 Review Penyusunan Proposal Pendirian Program Studi Arsitektur Bersama Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo
Yogyakarta, Jumat, 11 Oktober 2019 - Hotel Grand Ambarukmo menjadi tempat penyelenggaraan Workshop Review Proposal Pendirian Program Studi Arsitektur yang dihadiri oleh sejumlah praktisi dan akademisi arsitektur ternama. Narasumber utama pada acara ini adalah Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tujuan utama dari workshop ini adalah mereview kelengkapan Proposal Pendirian Program Studi Arsitektur, khususnya terkait desain kurikulum program studi baru. Fokus utama adalah memberikan wawasan dan sudut pandang yang luas kepada Tim Penyusun Proposal Program Studi Arsitektur mengenai berbagai pertimbangan dan pendekatan dalam desain kurikulum. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia profesi dan perkembangan ilmu arsitektur di Indonesia maupun secara global.
Dalam hasil pembahasan workshop, banyak poin penting yang terangkum.
Substansi Kurikulum
Silabus, SKS, RPS perlu segera disusun berdasarkan tujuan pembelajaran. Kurikulum harus responsif terhadap sasaran pasar. Benchmarking dengan universitas lain diperlukan untuk menentukan karakteristik Program Studi Arsitektur UIN. Perlu adanya Benchmarking Pendidikan Arsitektur Internasional, misalnya melalui UIA atau KAAB. Disarankan melibatkan advisory board yang terdiri dari praktisi bidang arsitektur dalam penyusunan kurikulum. Pencirikhas kurikulum disarankan didasarkan pada Visi-Misi dan Arahan Universitas/Senat. Penerapan nilai-nilai ke-Islaman dan pencirikhas lainnya disarankan masuk dalam paradigma pembelajaran sehari-hari.
Rencana Pengembangan dan Manajemen SDM
Persyaratan legal harus disiapkan oleh pihak Universitas/Fakultas. Perlu perumusan outcome dan Tujuan Pendidikan jangka menengah melalui Tim think tank. Perekrutan Dosen Baru disarankan memiliki pengalaman praktek. Pengelompokkan dosen dalam kelompok keahlian sesuai bidang keilmuan yang dikuasai. Studio harus berbasis problem based learning. Linearitas program studi harus sesuai dengan kurikulum dan kompetensi lulusan. Pengembangan prasarana didasarkan pada pedoman pendirian PTS dan pembukaan prodi KEMENRISTEK DIKTI 2019. Studi lanjut di luar negeri disarankan untuk mengembangkan wawasan dan memanfaatkan jejaring kerjasama dengan universitas luar negeri. Perkembangan kurikulum dan SDM harus berorientasi masa depan dan mampu merespon kemungkinan yang muncul.
Workshop ini diakhiri dengan semangat antusias dari peserta untuk terus berkontribusi dalam pengembangan Program Studi Arsitektur yang unggul dan relevan. Dengan partisipasi aktif dari narasumber dan peserta, diharapkan workshop ini memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan arsitektur di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
[hkn]